Selamat Datang & Namo Buddhaya

Selamat Datang & Namo Buddhaya
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta - Semoga Semua Makhluk Hidup bahagia - 愿 一 切 众 生 离 苦 得 乐

Jumat, 24 Desember 2010

Selasa, 14 Desember 2010

Selasa, 23 November 2010

Foto Pembangunan Vihara Guna Vijaya
Pengecoran Tahap II

22 November 2010









Senin, 22 November 2010

Dhamma Untuk Generasi Muda

Vihara Dharma Santi - Tanjung Uban

20 - 21 November 2010

Merupakan usaha dari DPD PATRIA Provinsi KEPRI untuk mengenalkan organisasi PATRIA di kabupaten Bintan, maka diadakanlah kegiatan “Dhamma Untuk Generasi Muda” pada tanggal 20-21 November 2010 di Vihara Dharma Santi Tanjung Uban. Acara ini diikuti oleh anggota PATRIA DPC Batam, DPC Tanjungpinang dan juga pemuda pemudi Buddhis dari Vihara Dharma Santi Tanjung Uban.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk memberikan motivasi bagi para pemuda-pemudi Buddhis di ketiga daerah tersebut khususnya Tanjung uban agar dapat meningkatkan peran aktif para pemuda-pemudi dalam perkembangan agama Buddha di daerah masing-masing. Selain itu melalui sesi Perkenalan Organisasi PATRIA juga diharapkan dapat terbentuk DPC PATRIA baru di Tanjung Uban (Kabupaten Bintan).

Acara ini terbagi dalam beberapa sesi yaitu antara lain sesi motivasi yang dibawakan oleh Saudara Herman Tio (DPC Batam), sesi perkenalan organisasi PATRIA oleh Saudara Victor (Ketua DPC Tanjungpinang), sesi keakraban (api unggun) dan outbound games yang dibawakan oleh panitia, serta ceramah Dhamma yang disampaikan oleh Romo Suni. Para peserta memberikan respon yang baik terhadap acara tersebut, yang terlihat pada antusiasme mereka dalam mengikuti setiap sesi yang berlangsung hingga larut malam (00.00 WIB).

Panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua Yayasan Vihara Dharma Santi Tanjung Uban Bapak Thomas Chandra, dan juga para pengurus Vihara Dharma Santi yang telah memberikan kesempatan, fasilitas serta dukungan penuh dalam pelaksanaan acara ini. Dan juga kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara ini. Semoga melalui acara ini dapat meningkatkan semangat dan kontribusi para pemuda-pemudi pada perkembangan Buddha Dhamma di daerah masing-masing khususnya di Tanjung Uban.




Senin, 01 November 2010

DONOR DARAH BERSAMA
Keluarga Buddhis Theravada Indonesia - Lions Club - Palang Merah Indonesia
Tanjungpinang, 31 Oktober 2010

Kembali Keluarga Buddhis Theravada Indonesia bekerja sama dengan Lions Club dan Palang Merah Indonesia mengadakan kegiatan Donor Darah di Bestari Mall Lantai I Tanjungpinang. Acara dimulai pada Minggu pagi 31 Oktober 2010 jam 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Kegiatan donor darah kali ini berhasil mengumpulkan 30 kantong darah dari para pendonor yang melebihi target panitia yaitu 25 kantong darah.

Selain kegiatan donor darah, panitia juga melakukan koleksi sumbangan berupa pakaian, obat-obatan, makanan dan keperluan lainnya untuk dikirimkan ke Mentawai yang terlanda bencana gempa dan tsunami.

Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Juga merupakan terapan dari ajaran Guru Agung kita, Sang Buddha, dalam mengembangkan Metta (cinta kasih) dan Karuna (welas asih).

Di sini kami mengucapkan terima kasih dan Anumodana kepada para pendonor dan juga semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. Semoga dengan kekuatan kebajikan yang telah kita tanamkan ini, dapat membawakan kebahagiaan bagi kita semua.

Sabbe Satta bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup bahagia.

Rabu, 27 Oktober 2010

KATHINA PUJA 23 OKTOBER 2010

KATHINA PUJA

23 Oktober 2010

Telah berakhir sudah masa vassa bagi para bhikkhu, dan kini telah memasuki bulan Kathina, bulan persembahan jubah kepada bhikkhu Sangha. Pada kesempatan yang berbahagia ini, Vihara Guna Vijaya Tanjungpinang merayakan Kathina Puja dengan dihadiri oleh 4 bhikkhu yaitu Y.M. Bhikkhu Atimedho Mahathera, Y.M. Bhikkhu Santamano, Y.M. Bhikkhu Indaguno dan Y.M. Bhikkhu Upasamo.

Umat Tanjungpinang terlihat antusias dalam mengikuti Kathina Puja tahun ini, terbukti dengan pemesanan paket jubah dan paket kebutuhan bhikkhu yang melebihi paket yang tersedia. Dan juga terlihat pada 4 ruangan yang disediakan oleh panitia terisi penuh oleh umat yang hadir.

Y.M. Bhikkhu Atimedho Mahathera memberikan khotbah mengenai manfaat berdana dengan 2 buah kisah yaitu kisah Losaka Thera dan Arahat Sivali. Melalui 2 kisah tersebut, para umat yang hadir diajak untuk gemar melakukan kebajikan, karena timbunan kebajikanlah yang akan membawakan kebahagiaan.

Kathina Puja tahun ini juga mengandung makna tersendiri bagi Y.M. Atimedho Mahathera, karena dengan selesainya masa vassa tahun ini, Y.M. Bhikkhu Atimedho Mahathera telah genap menjalankan kebhikkhuannya selama 20 vassa, sehingga mendapat gelar Mahathera. Pada kesempatan tersebut PMd. B. Dwi Prayitno, S.Ag. mewakili seluruh umat yang hadir mengucapkan selamat kepada Y.M.Bhikkhu Atimedho Mahathera, semoga beliau selalu sehat dan berbahagia dalam menjalankan tugas pembinaannya khususnya di daerah Kepulauan Riau.

Senin, 18 Oktober 2010

Dokumentasi Kegiatan Sekolah Minggu Buddhis
Vihara Guna Vijaya

Puja Bakti Sekolah Minggu Buddhis 05 September 2010

Setelah melakukan Puja Bakti, masing-masing anak dibagikan kertas lipat persegi kecil untuk membuat kelinci-kelincian. Anak-anak dipandu oleh beberapa kakak-kakak dari Patria agar anak-anak dapat lebih mudah mengerti cara membuatnya. Semua langkah-langkah dijelaskan secara detail kepada anak-anak. Beberapa anak terlihat bingung saat membuatnya, tetapi dengan adanya kakak-kakak dari Patria, maka mereka merasa bahwa membuat kelinci itu mudah. Terima kasih dengan adanya Sekolah Minggu, anak-anak Sekolah Dasar mendapatkan pelajaran dan ilmu baru untuk berkreativitas.

Puja Bakti Sekolah Minggu 12 September 2010

Wow, satu lagi kesempatan baik dalam sesi sekolah minggu kali ini. Minggu ini dalam sesi sekolah minggu Dhammadesana disampaikan oleh seorang bhikkhu. Tepatnya oleh bhante Vimaladhiro. Dhammadesana ini sangat interaktif, beliau mengajukan beberapa pertanyaan siapa yang pernah membantu orang tuannya? Ternyata murid-murid Sekolah Minggu Vihara Guna Vijaya rajin membantu orang tuanya. Beliau mengajarkan, dan mengingatkan kembali beberapa hal, yaitu

  1. Bagaimana seharusnya seorang anak berbakti kepada orang tuannya.

  2. Bersikap baik kepada lingkungan sekitar
  3. Merawat lingkungan sekitar agar menjadi makin baik

Setelah Dhammadesana, Pujabakti seperti biasa diadakan sesi berdana untuk melatih kerelaan. Dan terakhir ditutup dengan paritta pelimpahan jasa.

Semoga apa yang telah disampaikan oleh bhante dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Sadhu-sadhu-sadhu.

Puja Bakti Sekolah Minggu 26 September 2010

Kegiatan sekolah minggu tingkat remaja / SMK pada akhir bulan ini mendengarkan bersama Video Tanya Jawab dengan Bhante Pannavaro.

Dalam Video ini Bhante Panna berpesan “Biar yang lain begitu, yang penting saya TIDAK” ini kata kunci untuk mengingat ceramah beliau mengenai 7 sifat orang bijak. Karena otak manusia, otak kita ini ada kapasitas tertentu untuk mengingat sesuatu, mengingat dhamma.

Kita juga harus bisa menghargai waktu, dengan berdisiplin waktu. Beliau bercerita, beliau pernah bertanya tentang suatu acara, jam berapa dimulai? Undangan jam 18:00, tapi mulainya jam 18:30. Loh kenapa? Ya biasa bhante begitu. Kalau undangan jam 18:00, jam 18:30 dimulai. BIASA, tidak jelek, tidak buruk, BIASA semua orang juga begitu. Jadi kalau 100 juta diambil 20 juta itu Biasa. Kalau 100 juta diambil 50 juta itu terlalu. Mari kita mulai dari yang sederhana-sederhana. Tidak usah yang muluk-muluk, mulai lah dari diri sendiri, yang sederhana. Hargailah waktu, disiplin, tidak korupsi.

Tantangan kita adalah masyarakat juga, nanti kalau kita tidak korupsi, disiplin. masyarakat akan menyindir kita, mengatakan sok suci. Sekarang berani tidak anda menyatakan, “saya tidak, silahkan anda”.

Apakah kita tidak menjadi geregetan, emosi, benci karena masyarakat ini? Oleh karena itu mau membuat perubahan sosial, mau menyehatkan masyarakat, harus punya meditasi. Kalau tidak punya meditasi kita akan terpancing emosi, terpancing kemarahan. Silahkan koreksi masyarakat dengan cinta kasih, lakukan koreksi tidak dengan arogan. Ada caranya, silahkan anda cari sendiri cara yang sesuai.